Renovasi rumah sering kali membuat pusing, terutama ketika harus mengganti keramik lama lalu memasang kembali dengan perekat keramik. Proses pembongkaran tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menimbulkan banyak debu, kebisingan, dan tentu saja biaya tambahan.
Namun, kini ada solusi praktis yang lebih mudah dan efisien, yaitu teknik tile on tile. Dengan metode ini, keramik baru bisa langsung dipasang di atas keramik lama tanpa harus dibongkar terlebih dahulu.
Syarat utamanya hanya satu, gunakan perekat khusus yang dirancang untuk aplikasi tile on tile agar hasilnya kuat dan tahan lama.
Apa Itu Tile on Tile?
Tile on tile adalah metode pemasangan keramik baru langsung di atas keramik lama, tanpa melalui proses pembongkaran. Dalam teknik ini, keramik lama tidak dihilangkan, melainkan dimanfaatkan sebagai dasar untuk keramik baru.
Teknik ini sangat populer karena menghemat waktu, tenaga, dan biaya, terutama dalam proyek renovasi rumah yang mendesak.
Namun, perlu dicatat bahwa meskipun metode ini praktis, keberhasilannya bergantung pada penggunaan perekat yang tepat dan persiapan permukaan yang baik.
Kapan Tile on Tile Bisa Dilakukan?
Metode tile on tile bisa dilakukan dalam berbagai situasi, asalkan kondisi keramik lama masih memadai. Berikut adalah beberapa kondisi yang ideal untuk menerapkan teknik ini:
1. Keramik Lama dalam Kondisi Baik
Keramik lama harus dalam kondisi yang cukup baik, tidak retak atau pecah. Jika keramik lama sudah rusak, metode ini tidak disarankan. Sebab keramik lama yang rusak dapat mempengaruhi kualitas pemasangan keramik baru.
2. Permukaan Keramik Lama Rata dan Kuat
Keramik lama harus rata dan tidak melengkung. Jika permukaan keramik lama tidak rata, hal ini bisa menyebabkan keramik baru tidak terpasang dengan sempurna dan berisiko terlepas.
3. Tidak Ada Masalah Kelembapan atau Air yang Meresap
Pastikan tidak ada masalah kelembapan yang terperangkap di bawah keramik lama. Kelembapan dapat mempengaruhi perekat dan menyebabkan keramik baru terlepas atau berjamur.
Periksa kebocoran atau masalah kelembapan di bawah permukaan keramik lama sebelum melanjutkan.
Langkah-Langkah Aplikasi Tile on Tile
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk memastikan teknik tile on tile berhasil dan memberikan hasil yang memuaskan:
1. Bersihkan Keramik Lama dari Debu, Minyak, atau Lumut
Sebelum memulai pemasangan, pastikan permukaan keramik lama benar-benar bersih. Debu, kotoran, minyak, atau lumut bisa menghalangi perekat menempel dengan sempurna.
Gunakan sabun dan air untuk membersihkan permukaan keramik. Setelah itu, pastikan keramik kering sepenuhnya sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Amplas Ringan Permukaan Keramik Lama Agar Lebih Kesat
Untuk meningkatkan daya lekat perekat keramik lama, amplas permukaan keramik dengan amplas kasar. Langkah ini bertujuan untuk memberikan tekstur kasar pada permukaan yang akan mempermudah perekat menempel dengan baik.
Hati-hati dalam melakukannya agar tidak merusak keramik lama dengan mengamplas terlalu keras.
3. Aplikasikan Perekat Khusus Tile on Tile dengan Notched Trowel
Perekat keramik yang digunakan untuk tile on tile berbeda dengan perekat untuk pemasangan keramik biasa. Pastikan Anda menggunakan perekat yang dirancang khusus untuk metode ini.
SikaCeram®-200 TA Tilefix, perekat keramik premium yang diformulasikan dengan modifikasi polimer, kombinasi semen dan pasir pilihan berkualitas, serta bahan tambahan khusus untuk mencegah keramik mengangkat atau lepas. Ini yang Anda cari!
Produk tersebut memiliki daya lekat yang sangat baik, sehingga ideal digunakan untuk pemasangan keramik, granit, marmer, mosaik, maupun batu alam.
Tidak hanya itu, SikaCeram®-200 TA cocok untuk berbagai kondisi. Baik dinding maupun lantai, interior maupun eksterior, hingga area kering dan area terendam air.
Cocok untuk keramik dengan ukuran besar dan pengaplikasiannya tile on tile. Mudah digunakan, cukup dengan menambahkan air.
Gunakan notched trowel (sejenis alat dengan garis bergerigi) untuk meratakan perekat ke permukaan keramik lama. Aplikasikan perekat secara merata dengan gerakan horizontal agar tidak ada bagian yang terlalu tebal atau tipis.

4. Pasang Keramik Baru Sesuai Pola yang Diinginkan
Setelah perekat rata dan siap, pasang keramik baru satu per satu sesuai dengan pola yang Anda inginkan. Tekan setiap keramik dengan kuat untuk memastikan perekat menempel dengan baik dan keramik tidak mudah terlepas.
Pastikan jarak antar keramik konsisten, gunakan spacers untuk membantu menjaga jarak antar keramik agar rapi.
5. Gunakan Nat Sesuai Kebutuhan (Waterproof untuk Area Basah)
Setelah semua keramik terpasang, langkah berikutnya adalah mengisi nat antar keramik dengan nat yang sesuai.
Untuk area yang sering basah, seperti kamar mandi atau dapur, pilihlah nat yang tahan air atau waterproof. Nat yang tepat akan membantu mencegah air meresap dan keramik menjadi longgar.
6. Diamkan Hingga Kering Sempurna Sebelum Dipakai
Diamkan keramik yang sudah dipasang hingga perekat keramik dan nat mengering sempurna.
Waktu pengeringan dapat bervariasi, tergantung jenis perekat dan nat yang digunakan. Pastikan tidak ada aktivitas berat di area tersebut sampai proses pengeringan selesai.
SikaCeram®-200 TA Tilefix, Bisa untuk Tile on Tile
Metode tile on tile menjadi solusi praktis untuk renovasi rumah tanpa repot membongkar keramik lama. Dengan teknik ini, renovasi lebih cepat, hemat biaya, dan minim kotoran.
Namun, penting memastikan kondisi keramik lama masih baik dan menggunakan perekat keramik khusus seperti SikaCeram®-200 TA Tilefix, agar hasilnya optimal.
Sika telah berpengalaman selama 114 tahun dan sudah meng-handle banyak project dunia, seperti Kompleks Perumahaan Mirador de los Ocobos. Sementara di Indonesia, sudah mengerjakan proyek Solusi Car Park Flooring di Gedung BUMN Center.
Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia. Dengan langkah yang benar, rumah Anda bisa mendapatkan tampilan baru yang segar dan elegan tanpa perlu renovasi besar-besaran. Konsultasikan perekat keramik di sini.

