Rumah eco-friendly merupakan salah satu desain rumah yang memiliki penggemarnya sendiri. Jika kamu tertarik dengan desain hunian satu ini, pastikan kamu mempertimbangkannya dengan matang karena selain persiapannya yang membutuhkan banyak hal, biayanya juga tak sedikit.
Namun untuk mendukungmu, saat ini kamu bisa mengandalkan pinjaman bank sebagai solusi! Setiap desain rumah pastinya memiliki kriteria yang menjadikannya unik dan berbeda dari jenis desain rumah yang lain.
Apabila kamu tertarik dan ingin mewujudkan hunian bertemakan eco-friendly, artikel ini akan membahasnya lebih lanjut mulai dari konsep hingga karakteristik yang umumnya dimiliki. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
Apa itu Rumah Eco-Friendly
Sebelum membahas lebih lanjut tentang karakteristik dari rumah eco-friendly, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu tentang konsep ini secara lebih mendetail. Konsep hunian eco-friendly sendiri merupakan rumah yang ramah lingkungan sehingga mengutamakan efisiensi energi.
Dengan desainnya yang demikian, rumah ini cenderung lebih nyaman untuk ditinggali dan pembangunannya tidak merusak lingkungan.
Dalam konsepnya, rumah eco-friendly memiliki fokus penting yang berupa memiliki ruang hijau, menggunakan energi terbarukan, dan sebisa mungkin memiliki pengelolaan sumber daya yang bisa diperbarui.
Untuk lebih jelasnya terkait ciri-ciri yang dimiliki oleh rumah eco-friendly, kamu bisa menyimak pembahasan lanjutnya pada poin berikutnya di bawah ini.
Karakteristik Rumah Eco-Friendly
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, rumah eco-friendly dibangun dengan mengedepankan kenyamanan tidak hanya bagi penghuni melainkan juga untuk lingkungan sekitar.
Apabila kamu tertarik untuk menerapkan desain ini pada hunianmu, maka sebaiknya kamu simak terlebih dulu tentang karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh rumah eco-friendly berikut ini.
● Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik
Ciri-ciri pertama yang dimiliki oleh hunian dengan konsep ramah lingkungan yaitu terdapatnya sirkulasi udara yang baik. Dengan pertukaran udara yang berjalan lancar, baik masuk maupun keluar, maka rumah jadi terasa lebih nyaman dan tidak pengap.
Jalur sirkulasi udara pada rumah eco-friendly ini sendiri umumnya dibuat dalam ukuran besar dan jumlahnya banyak menghiasi sudut-sudut rumah.
Dengan adanya bukaan yang bervariasi pada rumah dan dibuat di beberapa tempat, maka hal ini juga bisa mencegah lembab.
● Memiliki Ruang Terbuka Hijau
Rumah eco-friendly juga umumnya memiliki ruang terbuka hijau. Jika kamu ingin menerapkan konsep ini, maka pastikan kamu membuat area terbuka hijau meski ukurannya terbatas sekalipun.
Selain bisa membuat hunian jadi lebih asri, kehadiran ruang terbuka hijau di rumah eco-friendly ini juga bisa menjadi sarana sebagai alat untuk membersihkan kualitas udara.
Ditambah lagi area hijau ini juga bisa berfungsi sebagai daerah resapan air yang tentunya sangat baik.
● Memanfaatkan Material yang Ramah Lingkungan
Untuk mendukungmu mendapatkan material pembangunan rumah yang berkualitas, maka kamu bisa memanfaatkan pendanaannya dari mengajukan pinjaman KTA.
Tentunya dalam pembangunan rumah eco-friendly, material-material yang digunakan merupakan material yang ramah lingkungan.
Beberapa material yang cenderung aman dan dapat kamu gunakan antara lain yaitu kayu, batu bata, hingga bambu. Material tersebut juga bisa dipertimbangkan untuk pembuatan furnitur menarik yang bisa mempercantik hunian.
● Menggunakan Teknologi Hijau
Berbeda dari desain-desain rumah lainnya, pada hunian eco-friendly, kamu perlu menggunakan teknologi hijau. Teknologi hijau yang dimaksud di sini yaitu misalnya panel surya.
Matahari merupakan sumber energi yang menarik dan sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan. Tanpa perlu mengeluarkan biaya bulanan yang besar, membuat panel surya bisa menjadi teknologi yang bisa dimanfaatkan.
Selain panel surya, kamu juga bisa membuat turbin jika daerah rumahmu merupakan kawasan berangin. Intinya saat ini sudah ada beberapa variasi teknologi hijau yang bisa kamu gunakan.
Kamu bisa melakukan riset dan memanfaatkan yang kamu butuhkan. Jika butuh dana tambahan, kamu bisa mengandalkan pinjaman dana dari bank.

● Memiliki Sistem Pengelolaan Sampah dan Air
Ciri berikutnya yang juga biasanya dimiliki oleh hunian eco-friendly yaitu terdapatnya sistem pengelolaan sampah dan juga air.
Dengan konsepnya yang ramah lingkungan, maka sebaiknya kamu bisa menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan cara memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.
Setelah dipisahkan, kemudian kamu bisa menggunakan limbah organik sebagai pupuk dan limbah anorganik untuk didaur ulang.
Sementara itu untuk pengelolaan air, pastikan sumber daya satu ini tidak terbuang sia-sia. Kamu bisa membuat sistem pengumpulan air hujan yang kemudian bisa kamu manfaatkan untuk menyiram tanaman maupun kebutuhan lainnya.
● Memaksimalkan Pencahayaan Alami
Rumah eco-friendly tentunya perlu memaksimalkan pencahayaan alami. Langkah ini bisa dioptimalkan dengan cara membuat jendela besar agar sinar matahari bisa leluasa masuk ke rumah dan menerangi ruangan saat siang hari.
Manfaatkan Pinjaman DBS KTA untuk Wujudkan Hunian Eco-Friendly!
Poin-poin pembahasan di atas telah menjelaskan bahwa rumah eco-friendly sangat menarik dengan beragam karakteristik yang dimilikinya.
Apabila kamu ingin mewujudkan hunian dengan konsep ini, pastikan kamu mempertimbangan karakteristik tersebut agar hunianmu bisa terasa lebih nyaman.
Selain itu, untuk mewujudkan hunian eco-friendly juga tentunya membutuhkan dana yang tak sedikit. Apabila kamu sedang mencari solusi pendanaan yang tepat, salah satu produk yang bisa kamu pertimbangkan ialah DBS KTA.
Dengan kamu mengajukan DBS KTA, kamu akan bisa merasakan beberapa keunggulan seperti misalnya bunga yang diterapkan merupakan bunga flat mulai dari 0,88% hingga pembayaran cicilan yang bisa dilakukan sampai 36 bulan.
Untuk kamu yang butuh modal besar untuk pembangunan rumah eco-friendly, produk ini tepat karena limitnya mencapai Rp300 juta.
Apabila kamu tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk pinjaman DBS KTA ini, kamu bisa mempelajari detail informasinya dengan klik di sini.

