Bisnis impor dari China kini semakin mudah dijangkau, termasuk bagi pelaku usaha yang baru memulai. Banyak produk bisa dibeli langsung dari pemasok di China dengan pilihan yang beragam. Harga dari pemasok tangan pertama juga dapat membantu pelaku usaha menghitung peluang keuntungan dengan lebih leluasa.
Namun, proses impor tidak berhenti setelah barang dibayar. Ada pengiriman internasional, dokumen, bea masuk, pajak, hingga aturan larangan dan pembatasan yang perlu diperhatikan. Kesalahan pada salah satu bagian tersebut bisa membuat biaya membengkak atau barang tertahan.
Karena itu, menggunakan jasa import barang dari China dapat menjadi pilihan bagi pemula yang belum terbiasa dengan proses impor. Meski begitu, jangan asal memilih jasa. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sejak awal agar pengiriman berjalan lebih aman.
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Sebelum Impor dari China?
Memulai impor tidak cukup hanya dengan menemukan produk dan membayar pemasok. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa agar proses pengiriman berjalan lebih aman dan biaya tetap terkendali. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda perhatikan sebelum menggunakan jasa impor.
1. Cek Pemasok Sebelum Melakukan Pemesanan
Langkah pertama tetap dimulai dari pemasok. Jangan langsung melakukan pembelian dalam jumlah besar hanya karena harga yang ditawarkan terlihat murah.
Periksa profil toko, riwayat transaksi, ulasan pembeli, serta detail produk. Jika memungkinkan, mintalah sampel terlebih dahulu. Cara ini membantu Anda mengecek kualitas, ukuran, bahan, dan kesesuaian produk sebelum mengeluarkan modal lebih besar.
Komunikasi dengan pemasok juga penting. Perhatikan bagaimana mereka menjawab pertanyaan mengenai spesifikasi, jumlah pesanan, pengemasan, dan waktu produksi.
Sebelum membayar pesanan dalam jumlah besar, pastikan Anda sudah mengetahui:
- Spesifikasi dan kualitas produk.
- Jumlah minimum pemesanan atau MOQ.
- Harga barang dan biaya tambahan.
- Waktu produksi serta estimasi pengiriman.
- Detail pengemasan untuk perjalanan internasional.
Jika Anda menggunakan jasa import barang dari China, tanyakan juga apakah mereka dapat membantu proses pencarian atau komunikasi dengan pemasok. Beberapa perusahaan logistik memang menyediakan layanan sourcing supplier sebagai bagian dari layanannya.
2. Pahami Sistem Pengiriman yang Digunakan
Pemula tidak selalu harus mengirim barang dalam satu kontainer penuh. Salah satu pilihan yang umum digunakan adalah LCL (Less than Container Load), yaitu pengiriman ketika muatan beberapa pelanggan digabung dalam satu kontainer.
Pilihan ini bisa lebih sesuai untuk usaha yang baru menguji pasar karena tidak perlu memenuhi satu kontainer sendiri. Namun, biaya tetap perlu dihitung secara menyeluruh. Jangan hanya membandingkan harga pengiriman per kilogram atau per CBM.
Sebelum memilih layanan, tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah pengiriman menggunakan jalur laut atau udara?
- Berapa minimum volume atau berat barang?
- Dari kota mana barang diberangkatkan?
- Pelabuhan tujuan berada di mana?
- Apakah tersedia layanan door to door?
- Biaya apa saja yang sudah termasuk dalam tarif?
Sebagai contoh, Ancala Logistic menyediakan layanan impor dari China dengan pengiriman mulai dari 0,1 CBM melalui jalur laut. Layanan tersebut menggunakan rute direct shipment China-Surabaya.
3. Jangan Mengabaikan Dokumen dan Aturan Impor
Bagian ini sering terasa rumit bagi importir pemula. Padahal, dokumen dan ketentuan pabean justru perlu dipahami sejak sebelum barang dikirim.
Untuk impor untuk dipakai, Bea Cukai menjelaskan bahwa importir perlu memenuhi kewajiban pabean, termasuk menyampaikan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), membayar bea masuk serta pajak dalam rangka impor, dan memenuhi ketentuan larangan atau pembatasan jika barang yang diimpor termasuk kategori tersebut.
Dokumen pelengkap pabean juga dapat mencakup invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, identifikasi barang, serta dokumen lain sesuai kebutuhan barang.
Selain itu, klasifikasi barang atau HS Code perlu diperhatikan. Kesalahan klasifikasi dapat memengaruhi tarif dan ketentuan yang berlaku. Jika belum memahami bagian ini, Anda dapat meminta bantuan pihak yang memiliki pengetahuan kepabeanan.
Intinya, jangan hanya bertanya “berapa ongkos kirimnya?”. Tanyakan juga:
Apa saja biaya, dokumen, dan ketentuan yang harus dipenuhi sampai barang bisa dikeluarkan dari proses kepabeanan?
Pertanyaan sederhana ini dapat membantu Anda menghindari biaya tambahan yang baru diketahui setelah barang tiba.
4. Hitung Total Biaya, Bukan Sekadar Harga Barang
Harga produk di China mungkin terlihat sangat menarik. Namun, harga tersebut belum tentu menjadi modal akhir ketika barang sudah sampai di Indonesia.
Ada beberapa komponen yang perlu diperhitungkan, mulai dari harga produk, pengiriman, asuransi jika digunakan, bea masuk, pajak, hingga biaya lain yang berkaitan dengan proses impor.
Bea Cukai juga menggunakan nilai pabean sebagai dasar penghitungan bea masuk. Untuk kondisi tertentu, nilai tersebut didasarkan pada nilai transaksi dengan pendekatan CIF (Cost, Insurance, and Freight).
Karena itu, buat simulasi biaya sebelum melakukan pembayaran kepada pemasok.
Setidaknya, hitung empat hal ini:
- Harga produk dari pemasok.
- Biaya pengiriman dan penanganan.
- Bea masuk serta pajak yang berlaku.
- Biaya lain yang tercantum dalam penawaran jasa.
Dengan begitu, Anda bisa mengetahui perkiraan modal sebenarnya dan menentukan harga jual dengan lebih masuk akal.
5. Pilih Jasa Import yang Transparan
Setelah memahami kebutuhan barang, saatnya memilih jasa import barang dari China yang sesuai. Jangan hanya terpaku pada penawaran dengan tarif paling murah.
Cari penyedia jasa yang menjelaskan alur pengiriman, biaya, dokumen, dan tanggung jawab masing-masing pihak sejak awal. Layanan pelacakan juga penting agar Anda bisa mengetahui perkembangan barang selama perjalanan.
Ancala Logistic, misalnya, menyediakan layanan tracking menggunakan nomor AWB. Pelanggan dapat memasukkan nomor tersebut melalui fitur pelacakan di situs mereka untuk memantau perjalanan barang.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap barang. Jangan menganggap semua kerusakan atau kehilangan otomatis mendapat penggantian penuh. Tanyakan secara spesifik mengenai cakupan garansi, kondisi yang ditanggung, pengecualian, dan prosedur klaim.
Ancala Logistic sendiri menyatakan menyediakan garansi untuk barang yang hilang atau rusak sebagai bagian dari komitmen layanannya. Detail cakupan tetap perlu dikonfirmasi kepada penyedia sebelum pengiriman.
Ancala Logistic, Pilihan untuk Memulai Impor dari China
Bagi pemula, proses impor bisa terasa cukup rumit. Ada pemasok yang perlu dicari, dokumen yang harus disiapkan, hingga proses pengiriman dan kepabeanan yang perlu diperhatikan. Karena itu, memilih partner logistik yang sudah memahami alur impor dapat membantu Anda menjalankan prosesnya dengan lebih tenang.
Ancala Logistic menyediakan layanan impor dari China, mulai dari sourcing supplier, pengiriman LCL, kepabeanan, hingga layanan door to door. Pengiriman juga tersedia untuk muatan kecil mulai dari 0,1 CBM, sehingga Anda tidak harus langsung memesan dalam jumlah besar.
Jadi, tidak perlu menunggu sampai benar-benar mahir untuk mulai mencoba impor. Dengan jasa import barang dari China yang tepat, Anda bisa memulai dari jumlah kecil, mengenali prosesnya, lalu perlahan mengembangkan bisnis ketika sudah menemukan produk yang sesuai.

