Corona

Kasus Covid-19 Turun Drastis, Masyarakat Diingatkan Kasus di Amerika Meledak lagi

– Meski saat ini kasus positif Covid 19 sudah turun drastis, Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo meminta masyarakat Indonesia tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes). Rahmad pun mengingatkan contoh kasus di Amerika Serikat (AS) yang kini kembali berjibaku dengan tingginya angka penularan covid 19 meski hampir semua warganya sudah menjalani vaksinasi. Sebab kasus Covid 19 bisa saja kembali meledak jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

“Karena ini angkanya masih labil. Amerika sempat turun, kemudian meledak lagi. Saya kira kita perlu tetap menjaga kewaspadaan melawan Covid 19,” kata Rahmad, Selasa(7/9/2021). Rahmad Handoyo menilai kebijakan pemerintah untuk penanganan Covid 19 sudah on the track atau sesuai rencana. Salah satu indikatornya adalah kasus Covid 19 yang terus turun.

Gelombang kedua penyebaran Covid 19 di Indonesia mulai pertengahan Juni dan mencapai titik puncak pada pertengahan Juli. Saat itu, penambahan kasus harian bisa lebih dari 40 ribu. 3 Juli, pemerintah membatasi mobilitas masyarakat dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang hingga saat ini. Agustus, penurunan kasus Covid 19 mulai terlihat. Bahkan, tiga hari terakhir penambahan kasus harian Covid 19 terus di bawah 10 ribu. 4 September, ada 6,7 ribu kasus baru. 5 September, ada 5,4 ribu kasus baru. Kemarin, kasus baru hanya 4,4 ribu.

Pasien sembuh sudah mencapai 90%. Saat ini rasio keterisian rumah sakit secara nasional berada pada angka 19%. Pekerjaan rumah pemerintah yang cukup menantang adalah mengurangi risiko kematian. Kebijakan yang diambil adalah dengan membangun isolasi terpusat dan meningkatkan cakupan program vaksinasi. Rahmad menilai capaian capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang tepat dan dukungan seluruh masyarakat.

“Saya kira kebijakan pemerintah on the track dan sesuai keinginan bersama. Banyak yang menyangsikan sebelumnya, tapi rakyat bersama pemerintah bergotong royong, bergandengan tangan penuh kesabaran,” kata Rahmad. Kendati demikian, menurut Rahmad, masyarakat tidak boleh berpuas diri atas penurunan kasus Covid 19 belakangan ini. Dia mengakui butuh waktu untuk mengubah perilaku masyarakat agar terus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi.

“Perlu kita ingatkan bahwa PPKM itu untuk menyelamatkan seluruh masyarakat. Jadi kita butuh kesabaran,” ujar Rahmad. Menurut Rahmad, masyarakat perlu menjadi agen untuk mensukseskan PPKM. Semakin rakyat bergotong royong, potensi Indonesia keluar dari kondisi ini semakin besar.

“Kepada orang orang yang masih menolak PPKM, bangsa kita ini menjadi contoh banyak negara, terutama Malaysia, terbukti kita mampu mengendalikan bersama,” tegas Rahmad.(Willy Widianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.